Jumat, 20 April 2012


TUGAS
KONSEP TATA GRAHA

DISUSUN OLEH:
ANJERI
RISKI MAISAR
RUSIANA
SATRIA RAWATI SIMBOLON
TENGKU ADETIA FEBRIAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TA.2011/2012





KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan “tugas tata graha” tentang “konsep tata graham(housekeeping) “ ini tepat pada waktunya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing saya yang telah membantu saya dalam penyusunan tugas ini.
            Saya menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan tugas ini karena itu kami sangat berterima kasih apabila pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan tugas ini. Semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi pembaca.



            Tanjungpinang,April 2012


Penyusun







KONSEP TATA GRAHA

Pengertian
Dalam bahasa inggris housekeeping mempunyai arti:house berate rumah/bangunan/wisma/tempat menginap /hotel,sedangkan keeping adalah menjaga/merawat/mengatur memelihara,sedangkan graham adalah bangunan rumah/wisma/hotel.Definisi tata graham (housekeeping)adalah bagian dari departemen yang bertanggung jawab mengatur atau menata peralata ,menjagakebersihan dan kenyamanan,memperbaiki kerusakan dan member dekorasi dengan tujuan agar rumah (hotel) tersebut tampak rapi,bersih,menarik dan menyenangkan bagi penghuninya.

Tujuan
      Menyadarkan bahwa rumah/graham merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam mencapai kesejahteraan.
 Konsep tatalaksana
     Suatu proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang dilakukan beberapa orang dengan mengalokasikan sumber daya seefisian mungkin.
Fungsi
      Fusing housekeeping dalam operasional suatu hotel sangat penting.departemen housekeeping tidak hanya bertanggu jawab untuk mempersiapkan dan membersihkan kamar(guestroom) pada saat kedatangan tamu ,tapi membersihkan ,merawat dan memelihara secara keseluruhan bagi hotel area sehingga terlihat rapid an segar untuk melalui suatu bisnis.
Dalam operasional hotel ,kegiatan pembersihan dilakukan dan dilaksanakan serta menjadi tanggu jawab departemen housekeeping yang kegiatanya dipimpin oleh housekeeping maneger atau executive housekeeping .dalam hotel organisasi departeman housekeeping biasanya mempunyai tanggung jawab area yang sangat luas serta mempunyai jumlah staff yang lebih banyak dari departemen lainnya.




       Karyawan housekeeping memberikan pelanyanan terhadap kelancaran,kesiapan dan pemeliharaan kamar tamu,pulic area,restaurant,meeting room,laundry,sarana olahraga dan fasilitas lainnya.merekat merupakan bagian dari team yang selalu siap membersihkan dan menyambut kedatangan tamu-tamu hotel.dalam operasional hotel,hal-hal mengenai kebersihan dilakukan dan dilasanakan oleh departemen housekeeping,yang kegiatannya dipimpim oleh housekeeping manager atau executive housekeeping.

Seksi-seksi dalam pemeliharan dan pembersihan area hotel:
1.      Public Area, seksi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kebersihan,nkerapihan, keindahaan dan kenyamanan seluru area hotel,baik yang ada diluar gedung maupun di dalam gedung hotel,antara lain lobby area,restroom,restaurant,meeting room dan fasilitas untuk karyawan hotel.
2.      Room seksi yang mempunyai tanggung jawabuntuk mempersiapkan dan memjaga kebersihan,kerapihan dan kelengkapan kamar tamu.
3.      Laundry,seksi yang mkempunyai tanggung jawab untuk menyediakan linen-linen yang bersih untuk keperluan kamar, restaurant dan meeting room,menyediakan seragam bersih bagi karywan dan memnersihkan kamar tamu yang kotor.
4.      Linen dan Uniform,seksi yang bertanggung jawab untuk mengelola sirkulasi dan penyedian seluruh linen dan uniform bagi kayawan.
5.      Florist seksi yang bertanggung jawab untuk menyediakan dan merangkai bunga-bunga yang segar untuk memperindah dekorasi dalam hotel.
6.      Gardener seksi yang bertanggung jawab untuk memelihara tanaman-tanaman  baik didalam maupun diluar hotel.

Sasaran Housekeeping
Kebersihan.
Kebersihan di suatu hotel sangat menentukan, bila kebersihan terjaga dengan baik maka tamu akan merasa nyaman dan tenang karena sanitasi dan hygine terjamin.bahkan banyak tamu yang menentukan pilihan suatu hotel karena kebersihan hotel tersebut.

Kerapian.
Kerapian mencakup pengaturan tata letak suatu ruangan dengan perlengkapan serta dekorasi yang serasi membut ruangan tersebut menjadi lebih menarik.

Kelengkapan.
Mengantisipasi keperluan tamu selama mereka menginap dengan melengkapi semua kelengkapan kamar sesuai dengan standardnya sehingga pengunjung merasa nyaman dan betah tinggal dan berkunjung kembali ke hotel.

           Fasilitas.
Fasilitas mencakup semua peralatan yang disediakan agar dapat berfungsi dan dipergunakan oleh tamu hotel,sehingga fasilitas tersebut meningkatkan kenyamanan dan tidak menggangu kegiatan –kegiatan mereka.


Rabu, 18 April 2012

Penataan Taman Hotel dan Rumah



PRINSIP PENATAAN TAMAN HOTEL

1.1 Garden Section
Garden section adalah salah satu seksi atau bagian yang bertanggung jawab atas pengaturan tanaman di hotel. Tugas nya adalah melakukan pembibitan, perawatan dan pemeliharaan di bagian luar hotel (out door), di dalam hotel, pot-pot (indoor), maupun tanaman yang berada di tempat penyimpanan dan pembibitan tanaman (nursery).
1.2 Perawatan Tanaman
Perawatan tanaman dibutuhkan, jika tanaman mengalami gangguan sehingga tidak menarik. Tindakan perawatan tanaman yang perlu di lakukan jika:
a.      Daun Berguguran
Tanaman yang tampak tidak subur dan kurang sehat biasanya kekurangan air atau sedang dalam masa istirahat sehingga memerlukan lebih banyak kelembapan. Untuk mengatasinya, siram dan berilah pupuk secara teratur kemudian pindahkan ke tempat yang lebih lembap.
b.      Daun Kekuning-kuningan
Untuk mengatasi warna daun tanaman yang berubah dari hijau segar menjadi kuning kering, tambahkan zat besi pada tanahnya.
c.       Noda Hitam di Daun
Jika daun yang tumbuh sebagian penuh dengan noda hitam, kemungkinan tanaman tersebut kekurangan sinar matahari atau bisa juga karena infeksi jamur. Untuk mengatasinya, pindahkan tanaman ke tempat yang stabil temperaturnya dan semprotkan fungisida (pembasmi jamur).
d.      Kuncup Berjatuhan
Jika daun yang tumbuh sebagian penuh dengan noda hitam, kemungkinan tanaman tersebut kekurangan sinar matahari atau bisa juga karena infeksi jamur. Untuk mengatasinya, pindahkan ke tempat yang stabil temperaturnya dan semprotkan fungisida (pembasmi jamur).
e.       Tanaman Tidak lagi Bersemi dan Berbunga
Tanaman ini tampak tidak tidak sehat, penyebabnya bisa juga karena pergantian musim, kurang mendapat sinar matahari, kekurangan kelembapan atau terlalu banyak pupuk. Untuk mengatasinya, pindahkan tanaman lebih dekat pada sinar lampu buatan, jika tidak terdapat sinar matahari. Tanah harus dijaga agar selalu lembap dan kurangi pemberian pupuk pada tanaman.
f.       Daunnya Berbedak Putih
Daunnya tampak tertutup gumpalan putih akibat adanya serangga putih yang bertelur. Biasanya telur-telur tersebut menggelembung tumbuh di bawah daun-daun. Penyebabnya adalah serangga (hama) putih. Untuk perawatannya, setiap 3 hari sekali semprotkan pembasmi serangga (hama) sampai hama tersebut hilang.
g.      Tanaman Berangsung-angsur mati
Jika tanaman akarnya terpotong-potong bisa berakibat daunnya berguguran. Selain itu ada penyebab lainnya, yaitu karna perbedaan temperatur yang mencolok dan penyiraman yang berlebihan.
1.3 Beberapa Jenis Tanaman Indoor dan Sifat-Sifatnya
Salah satu cara mempercantik penampilan ruang-ruang hotel supaya lebih sejuk dan artistik adalah menata gaya interior hotel sesuai dengan keinginan dan tren yang berlaku. Oleh karena itu, ruangan tersebut perlu dihiasi dengan tanaman atau bunga. Jenis-jenis tanaman indoor tersebut, antara lain:
a.      Anthurium
Anthurium dapat dipajang di semua ruangan yang ber-AC ataupun tidak. Tanaman ini memiliki penampilan yang unik, tegak dan anggun sehingga pantas dijadikan pajangan di lobi ataupun restoran.
Ada beberapa spesifikasi anthurium yang berasal dari Amazon, antara lain yang pertumbuhannya lambat, serta memiliki daun yang tebal berwarna hijau tua dengan permukaan hijau mengkilap dan sedikit bergelombang dibagian tepinya. Kelebihan anthurium adalah ia mampu bertahan selama 3 bulan dalam ruangan.
b.      Asplenium
Asplenium sangat cocok ditempatkan dalam ruangan yang ber-AC. Tanaman ini menyukai udara lembab dan teduh. Varietasnya sangan beragam, dengan panjang 50 cm dan lebar 10 cm serta tepi daunnya gelombang dan berujung lancip.
c.       Hanjuang
Tanaman ini batangnya tumbuh tegak, namun bisa dibentuk berkelok-kelok atau melingkar. Daunnya panjang dan lebar mirip dasi, berujung meruncing. Hanjuang merupakan tanaman asli Afrika, yang sepintas penampilannya mirip dracaena, sehingga dianggap sebagai dracaena yang menyimpang. Tanaman ini perlu pemeliharaan dan perawatan yang telaten.
d.      Nolina
Tanaman ini dikenal juga sebagai daun ponny karena seperti rambut diponnu. Daya tarik tanaman ini terletak pada sosoknya yang khas. Pangkal batangnya menggembung, daunnya seperti pita yang tumbuh ke atas dan menjurang ke bawah. Daunnya panjang sempit, kaku dan licin. Nolina sangat tahan kekurangan air dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Tanaman ini tahan di dalam ruangan ber-AC sampai sebulan.
e.       Pachira
Tanaman ini dapat ditampilkan dalam bentuk tunggal, berukuran besar sehingga cocok sebagai penghias sudut ruangan. Pachira berukuran kecil dapat dipajang di atas meja. Tanaman ini dapat tampil menarik serta mempunyai kesan artistik karna bisa dibentuk sesuai dengan keinginan kita.

PRINSIP PENATAAN TAMAN RUMAH
Tujuan membuat taman rumah adalah mengembangkan tata ruang luar rumah supaya bermanfaat, sekaligus mencerminkan keindahan serta keharmonisan antara struktur bangunan rumah dan lingkungannya.
1.1    ASPEK TANAMAN
1.1.1    Pemilihan Tanaman
Tanaman di dalam taman berfungsi sebagai unsur pelunak. Bahkan kedudukannya sebagai pendiri taman, terutama taman di daerah tropis. Tanaman sebagai unsur pelunak dimaksudkan untuk memberi kesan ‘lunak’ pada total taman.
Kesan ini akan tampak bila penataannya berdekatan dengan unsur taman yang sifatnya keras, yaitu bangunan-bangunan taman seperti misalnya; bangku taman, bak tanaman/bunga dan lain-lain. Kesan lunak inilah yang mendukung dipentingkannya kehadiran tanaman di dalam taman. 
Dalam memilih tanaman ada dua persyaratan dasar yang harus dipenuhi, yaitu persyaratan hortikultura dan persyaratan fisik. Persyaratan hortikultura berkaitan dengan kesesuaian tanaman untuk tumbuh secara baik pada lingkungan yang cocok, atau dengan kata lain sesuai dengan persyaratan pertumbuhannya. Sedangkan persyaratan fisik diperlukan dalam kaitannya dengan desain atau rencana taman yang kita inginkan.
1.1.2   Untuk Menggolongkan Tanaman Berdasarkan Persyaratan Holtikultura, Maka Dapat Dipakai Urutan Sebagai Berikut:
a.       Kesesuaian dan ketahanan terhadap suhu
b.      Kesesuaian dan ketahanan terhadap air/kelembapan
c.       Kesesuaian dan ketahanan terhadap cahaya
d.      Kesesuaian dan ketahanan terhadap tanah
e.       Kesesuaian dan ketahanan terhadap angin
f.       Kesesuaian dan ketahanan terhadap hama dan penyakit
g.      Kesesuaian dan ketahanan terhadap pemangkasan
h.      Kesesuaian dan ketahanan terhadap gas beracun
i.        Sifat penyebaran, pembungaan dan pembuahan
j.        Sifat adaptasi, perbanyakan, pemindahan dan gugur daun
1.1.3 Untuk Memudahkan Penggolongan Tanaman Secara Fisik, Urutan Yang Di Pakai Adalah Sebagai Berikut:
a.       Kegunaan tanaman dalam tata taman
b.      Ukuran tanaman dewasa (kaitannya dengan kecepatan tumbuh)
c.       Bentuk alami
d.      Tekstur
e.       Bayangan
f.       Warna
g.      Aroma
h.   Syarat-syarat budidaya
1.2    Kegunaan Tanaman Dalam Tata Taman
Untuk keperluan dalam tata taman, tanaman dapat dibedakan berdasarkan kelompok berikut:
a.      Penutup tanah (ground cover atau surfacing)
Dalam kelompok ini tanaman dipergunakan untuk mengisi dan menutup permukaan tanah yang sekaligus juga berfungsi sebagai penahan erosi permukaan tanah. Contoh; bermacam-macam rumput, bermacam-macam tanaman pendek (kurang dari 50 cm) seperti serunai ramat (widelia trilobata), sutra bombai (portulaca sp.), dan sejenisnya.
b.      Tanaman pagar (hedge)
Pembatas antara bagian taman yang satu dengan yang lain, antara milik pribadi dengan orang lain, antara fungsi yang privat ataupun kelompok, antara anak-anak dan dewasa. Bentuk tanaman pagar dan polanya bisa beraneka ragam, tergantung dari kreasi kita. Misalnya, untuk halaman yang luas kita pilih tanaman bertekstur besar/kasar, dan untuk halaman sempit kita pilih yang bertekstur lembut/halus. Contoh bunga api (Crossandra infundibuliformis).
c.       Tanaman peteduh (shelter)
Tanaman yang cukup tinggi dan rindang memberi keteduhan yang sangat baik terhadap sengatan matahari. Yang termasuk jenis ini adalah kelompok pohon. Contohnya; ketapang (terminalia catappa), kirai payung (filicium decipieri).
d.         Tanaman pembingkai (enframemente)
       Pohon tinggi dengan karakter tumbuh vertikal dapat di manfaatkan sebagai bingkai yang di arahkan pada pandangan tertentu. Misalnya pandangan ke gunung dapat diarahkan oleh bingkai dari jajaran cemara lilin.
e.          Tanaman pengarah jalan
Penutup tanah ataupun tanaman pagar dapat dibentuk dengan pola tertentu sehingga berfungsi sebagai pengarah jalan. Hal ini sangat mendukung apabila kita munculkan pada rancangan taman yang cukup luas.
f.          Tanaman tabir (screen)
       Tanaman yang berjajar berfungsi sebagai tabir terhadap debu atau polusi udara, polusi suara maupun aroma yang tidak sedap. Bisa juga berfungsi sebagai pembatas pandangan, terutama untuk mendukung terciptanya ruang-ruang private. Pandangan yang tidak menyenangkan juga dapat dihindari dengan menanam tanaman sebagai tabir

g.         Tanaman pergola
       Banyak jenis tanaman merambat sangat baik dipergunakan untuk melengkapi pergola, sehingga memberi kesan keteduhan serta kenyamanan. Contohnya bunga api irian (mucuna bennetii), asparaga (asparagus plumousus).
1.3 Ukuran Tanaman Dewasa Dan Kecepatan Tumbuh
Pengertian ukuran tanaman dewasa mencakup tinggi tanaman dan lebar tajuk tanaman. Kecepatan tumbuh perlu di perhatikan dalam rancangan taman maupun dalam hubungannya dengan ukuran tanaman dewasa. Tanaman yang disusun dalam rancangan dengan kecepatan tumbuh yang berbeda-beda harus ditangani lebih hati-hati.
1.4 Bentuk Alami
Bentuk tanaman dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor yang menurun/keturunan dan faktor luar yang menyebabkan terjadinya modifikasi. Bentuk-bentuk dasar tanaman dapat dikelompokkan dalam 4 golongan, yaitu: bentuk vertikal, bulat, horizontal atau menjutai.
1.5 Pemeliharaan Taman
Dalam pemeliharaan taman, dikenal adanya pemeliharaan ideal yaitu: upaya untuk mempertahankan tujuan dan fungsi taman rumah agar sesuai dengan tujuan dan fungsi semula. Upaya ini juga mendukung pengembangan desain untuk meningkatkan kualitas taman. Didalamnya tercakup upaya pengembangan sikap positif dari para pemakai taman rumah (penghuni dan non penghuni) misalnya; timbul rasa sayang terhadap taman, kebersihan dan rasa bangga memilikinya. Adanya sikap positif ini dapat mencegah perusakan taman rumah, oleh karena itu pemeliharan ideal perlu mendapatkan perhatian.
1.5.1 Beberapa Upaya Dapat Dilakukan Untuk Mempermudah Ataupun Mendukung Pemeliharaan Ideal, misalnya:
a.       Merencanakan tanaman rumah dengan pola-pola yang sederhana sehingga pemeliharaan fisik mudah dilaksanakan.
b.      Membuat pola lalu lintas atau sirkulasi yang jelas dan rasional sehingga alur kegiatan didalamnya akan selalu lancar.
c.       Memilih sistem struktur yang kuat dan awet.
d.      Melengkapi taman rumah dengan fasilitas yang memadai, misalnya penerangan untuk malam hari, jaringan utilitas (drainase, pipa air minum dan air kebun, kabel-kabel), tiang penyangga untuk tanaman yang baru ditanam.
1.5.2 Pemeliharaan Fisik
a.       Pemeliharaan fisik ini berhubungan dengan kualitas elemen taman rumah dan berpedoman pada tujuan dan desain taman yang telah dibuat sebelumnya.
b.      Pemeliharaan fisik diterapkan pada elemen keras maupun elemen lunak (tanaman).
c.       Pemeliharaan fisik pada elemen keras, misalnya pembersihan lumut/kotoran lain, pengecatan atau penggantian bagian yang rusak.
d.      Sedangkan pemeliharaan, meliputi pembersihan area, penyiraman, pemupukan, pemangkasan, penyiraman dan penggemburan, pengendalian hama dan penyakit, serta penyulaman.
Disusun Oleh Kelompok:
1. Iin Ade Adriyani
2. Eka Devia Ningsih
3. Dyah Ayu Sekarjatiningrum
4. Depi Oktira Sari
5. Rita Marnita
6. Siti Susanti
7. Syarifah Maisyarah